Buletin Stroke Edisi XIII, September 2013

SALAM REDAKSI
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus
Selamat ulang tahun RS. Kristen “Ngesti Waluyo”!
Selamat ulang tahun Buletin Stroke RS. Kristen “Ngesti Waluyo”!

Usia 58 tahun untuk RS. Kristen “Ngesti Waluyo”. Usia yang boleh dibilang sudah tidak muda lagi. Selama kurun waktu tersebut banyak hal terjadi dalam perjalanan kehidupan RS. Kristen “Ngesti Waluyo”. Kalau melhat ke belakang sejak waktu tersebut sudah banyak perubahan yang terjadi. Perubahan itu bisa dalam bentuk perubahan gedung atau ruangan (yang semakin bertambah atau semakin besar), perubahan jenis pelayanan (yang semakin meningkat), perubahan jenis peralatan medik (semakin maju sesuai tuntutan perkembangan jaman), perubahan jumlah karyawan (semakin banyak), dll. Selain itu, banyak peristiwa telah terjadi. Peristiwa menyenangkan dan peristiwa yang menyedihkan, peristiwa yang menimbulkan kesulitan ataupun hambatan, dll. Semua peristiwa itu dipakai Tuhan untuk membentuk atau menjadikan RS. Kristen “Ngesti Waluyo”seperti saat ini. Setiap orang yang terlibat di dalam kehidupan RS. Kristen “Ngesti Waluyo” (perintis atau pendiri RS. Kristen “Ngesti Waluyo”, sesepuh, mantan karyawan, pensiunan, karyawan yang masih aktif, keluarga karyawan, pasien, dan orang-orang yang tinggal atau bekerja di sekitar RS. Kristen “Ngesti Waluyo”, serta banyak orang lain baik pibadi maupun institusi) juga dijadikan alat Tuhan  untuk memberkati RS. Kristen “Ngesti Waluyo”ini. Segala puji hormat dan ucapan syukur bagi Tuhan Yang Maha Kasih untuk semuanya itu !

Ucapan syukur itu juga harus diwujudkan dalam bentuk usaha untuk menjadikan RS. Kristen “Ngesti Waluyo” ini semakin baik dalam segala hal, semakin maju, semakin memuliakan Tuhan, semakin membawa berkat bagi banyak pasien dan orang-orang yang datang ke RS. Kristen “Ngesti Waluyo”, demikian juga membawa berkat bagi karyawan, keluarga karyawan, mantan karyawan, dll.

Satu tahun adalah waktu yang relatif singkat. Untuk sebuah usia, 1 tahun adalah usia yang masih sangat muda.  Satu tahun adalah usia Buletin Stroke saat ini. Sebagai salah satu program dari Tim Stroke RS. Kristen “Ngesti Waluyo” untuk mewujudkan suatu media informasi (cetak) tentang kesehatan (stroke) yang ada secara rutin dan teratur tiap waktu tertentu. Seperti halnya seorang bayi atau anak berumur 1 tahun yang masih membutuhkan bimbingan, bantuan untuk pertumbuhan dan perkembangannya, demikian pula dengan Buletin Stroke ini masih membutuhkan terus menerus  dukungan untuk penyempurnaannya.

Setelah terbit dengan 4 halaman selama 1 tahun (12 kali edisi), mulai tahun kedua atau edisi ketigabelas ini Buletin Stroke akan terbit dengan 8 halaman. Semoga dengan penambahan jumlah halaman juga akan menambah manfaat yang dapat diterima semua pembaca. Selamat membaca, Tuhan memberkati !
“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang
 pengetahuan dan kepandaian”


STROKE CORNER
Apakah yang dimaksud dengan “Stroke Corner” ?
“Stroke Corner” adalah suatu bentuk pelayanan pasien stroke (rawat inap) secara khusus, tersendiri dan dilakukan secara terpadu.
Mengapa pasien stroke perlu dirawat dalam ruang khusus dan tersendiri?
Karena pasien stroke memerlukan pengawasan yang terus menerus dalam perawatan, khususnya pada fase (kondisi) akut.  Selain itu pasien stroke memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kehadiran tenaga medis, paramedis, atau tenaga kesehatan lainnya dalam proses perawatan di rumah sakit.
Mengapa perlu pengelolaaan  yang terpadu?
Pasien dengan penyakit stroke hampir selalu memiliki faktor risiko untuk terjadinya penyakit tersebut. Faktor risiko itu berupa kondisi atau penyakit-penyakit lainnya yang telah ada sebelumnya (misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, lemak darah tinggi, penyakit jantung, dll). Kondisi atau penyakit lainnya tersebut perlu penanganan juga disamping penanganan terhadap penyakit strokenya.  Selain itu pasien stroke juga mengalami berbagai kondisi (kelemahan fisik/ kecacatan, gangguan berkomunikasi, gangguan psikologis, ataupun komplikasi penyakit yang lain). Karena itu pasien stroke memerlukan pengelolaan yang terpadu.
Siapa yang terlibat dalam “Stroke Corner” ?
“Stroke Corner” dipimpin oleh seorang dokter spesialis saraf. Tenaga kesehatan lain yang terlibat di dalamnya adalah : dokter spesialis lain yang terkait, perawat (terlatih), fisioterapis, ahli gizi, dll. (bersambung) – dr. Yunanto HP Sp.S
SENAM STROKE SEBAGAI SALAH SATU UPAYA REHABILITASI PASIEN STROKE (Lanjutan)
Senam stroke dapat diikuti oleh penderita stroke mulai dari tingkat awal (sekalipun penderita masih terbaring di tempat tidur) sampai tingkat lanjutan (penderita stroke yang sudah mampu berjalan).
Keuntungan dari melaksanakan senam stroke adalah :
1.    Penderita stroke bisa mulai dari tahap awal sesuai kemampuan penderita secara individu, sehingga dapat membantu proses pengembalian aktifitas motorik (relearning motor activity)
2.    Penderita stroke yang sudah bisa beraktifitas (misalnya berjalan) memperoleh program latihan sejak dini dengan posisi maupun pola gerak yang benar.
3.    Penderita stroke akan lebih termotifasi untuk melangkah lebih maju dalam beraktifitas.
4.    Penderita stroke dapat berbagi rasa (antar penderita stroke maupun dengan keluarga penderita)

Berikut ini adalah penjelasan gerakan dari senam stroke :
Gerakan Pemanasan :
1.    Posisi duduk bersila dan kedua lengan menyangga ke belakang
Gerakan : tundukkan kepala dan kembali tegak, 2x8 hitungan
2.    Posisi sama dengan no 1
Gerakan : tengokkan kepala ke kiri dan ke kanan, 2x8 hitungan
3.    Posisi sama dengan no 1
Gerakan : miringkan kepala ke kiri dan ke kanan, 2x8 hitungan
4.    Posisi duduk bersila dan kedua tangan di lutut
Gerakan : angkat kedua pundak ke atas dan turunkan kembali, 2x8 hitungan
5.    Posisi sama dengan no 4
Gerakan : kedua pundak dibawa ke arah depan dan ke belakang bergantian, 2x8 hitungan
6.    Posisi duduk bersila, kedua lengan lurus sepanjang badan
     Gerakan : angkat kedua lengan atas dan turunkan lagi, 2x8 hitungan
7.    Posisi sama dengan no 6
Gerakan : angkat kedua lengan ke samping dan turunkan lagi, 2x8 hitungan
8.    Posisi duduk bersila, kedua tangan di pinggang
Gerakan : putar badan ke kiri dan ke kanan, 2x8 hitungan
9.    Posisi duduk dengan kedua tungkai lurus ke depan, kedua lengan menyangga badan
Gerakan : putar kedua tungkai ke dalam dan keluar, 2x8 hitungan
10.    Posisi sama dengan no 9
Gerakan : tekuk kedua lutut dan luruskan lagi secara bergantian, 2x8 hitungan
11.    Posisi duduk dengan kedua lutut ditekuk sehingga telapak kaki menapak ke lantai, kedua lengan menyangga ke belakang
Gerakan : telapak kaki bagian depan diangkat sehingga bagian tumit saja yang menempel ke lantai, dan turunkan lagi secara bergantian, 2x8 hitungan
12.    Posisi duduk bersila, kedua lengan lurus sepanjang badan
Gerakan : tarik nafas panjang dengan mengangkat kedua lengan ke atas, hitungan 1-2 hembuskan nafas dengan menurunkan lengan ke bawah, hitungan 3-5 secara bergantian.    
(…………….bersambung) – Supartiningsih, AMF.


DIET UNTUK PENDERITA SROKE

Tujuan dilakukannya pengaturan diet pada penderita stroke adalah  memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan gizi  dengan memperhatikan kondisi pasien (penyakit strokenya, kemungkinan adanya gangguan menelan, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta  penyakit lainnya). Diet yang tepat untuk penderita stroke harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
1.    Cukup energi dan protein. Pada fase akut energi yang diberikan adalah sekitar 1100-1500 kkal/ hari, sedangkan protein diberikan sesuai kondisi pasien dan penyakit penyerta yang ada (komplikasi, dll).
2.    Cukup lemak. Lebih diutamakan sumber lemak tidak jenuh ganda dan membatasi sumber lemak jenuh.
3.    Cukup vitamin, terutama vitamin A, B6, asam folat, B12, C, dan vitamin E.
4.    Cukup mineral, terutama kalsium, magnesium, dan kalium. Penggunaan natrium dibatasi dengan memberikan garam dapur maksimal 1 ½ sendok teh/ hari (setara dengan kira-kira 5 gram garam dapur atau 2 gram natrium).
5.    Cukup serat, untuk membantu menurunkan kadar kholesetrol darah dan mencegah konstipasi (sembelit).
6.    Cukup cairan, sekitar 6-8 gelas/ hari, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu yang membutuhkan pembatasan cairan (misalnya ada bengkak/ edema). Minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan agar porsi makanan dapat dihabiskan. Untuk pasien dengan gangguan menelan (disfagia), cairan diberikan secara lebih berhati-hati.
7.    Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien.
8.    Makanan diberikan dalam porsi yang kecil dan sering.

Bahan makanan yang dianjurkan untuk penderita stroke (secara umum) adalah :
1.    Sumber karbohidrat : beras, kentang, ubi, singkong, hunkwe, tapioka, sagu, biskuit, bihun.
2.    Sumber protein hewani : daging sapi dan daging ayam tanpa kulit, ikan, telur ayam, susu skim.
3.    Sumber protein nabati : semua kacang-kacangan dan produk olahan (tahu, tempe).
4.    Sumber lemak : dianjurkan minyak jagung dan minyak kedelai, santan encer, dan pembatasan margarine mentega.
5.    Sayuran : bayam, wortel, kangkung, kacang panjang, labu siam, tomat, taoge.
6.    Buah-buahan : pisang, pepaya, mangga, jambu biji, melon, semangka. Buah diberikan dalam bentuk buah segar, buah di-jus ataupun diolah dengan cara disetup.
(bersambung) – Keszia Tuni S.U., AMG.


INFO SEPUTAR STROKE DAN RS. Kristen “NGESTI WALUYO”
1.    RSK Ngesti Waluyo menyediakan pelayanan penjemputan pasien dengan ambulance ke rumah (gratis) dalam radius 12 km.
2.    Akan diselenggarakan pelayanan operasi mata katarak gratis pada bulan September 2013 di RSK Ngesti Waluyo.
3.    Akan diselenggarakan seminar obesitas untuk awam pada tanggal 30 November 2013.


SPECIAL CORNER
Tahukah anda ? bahwa jumlah penderita stroke di Indonesia adalah yang tertingi di antara negara-negara Asia lainnya.


SMILING CORNER
Hari masih dalam suasana tahun baru. Seorang hakim dalam suasana hati yang sedang gembira bertanya kepada seorang terdakwa.
“Anda dituntut karena tuduhan apa?”
“Melakukan belanja Tahun Baru terlalu awal”, jawab terdakwa.
“Itu bukan pelanggaran”, kata hakim. “Seberapa awal anda melakukan belanja?”
“Sebelum toko dibuka pak Hakim”, jawab terdakwa.
“Lalu di mana letak salahnya Jaksa Penuntut?”, tanya hakim tersebut.
Jaksa penuntut hanya melongo…….