Buletin Stroke Edisi XIV, Oktober 2013

SALAM REDAKSI

Salam sukacita dalam kasih TUHAN YESUS KRISTUS
Selamat berjumpa kembali dengan Buletin Stroke pada bulan Oktober 2013 ini. Pada bulan ini terdapat beberapa hari peringatan penting dalam perjalanan sejarah kehidupan bangsa Indonesia. Tanggal 1 Oktober (Hari Kesaktian Pancasila), 5 Oktober (Hari Tentara Nasional Indonesia), dan 28 Oktober (Hari Sumpah Pemuda). Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan tentang pentingnya kekuatan dasar negara dalam menghadapi setiap ancaman yang mennganggu ideologi bangsa. Hari Tentara Nasional Indonesia mengingatkan peranan tentara atau prajurit dalam menjaga keamanan atau keselamatan bangsa dan negara. Ada kesamaan makna pada 2 peringatan hari besar tersebut, yaitu pentingnya kekuatan diri bangsa dan negara (dasar negara dan prajurit) untuk menjaga agar kelangsungan hidup bangsa dan negara dapat berjalan dengan baik.

Makna peringatan kedua hari besar tersebut juga dapat diterapkan dalam bidang kesehatan. Kekuatan atau kesehatan tubuh sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Apabila kekuatan tubuh tidak baik, memudahkan seseorang untuk jatuh dalam berbagai gangguan kesehatan atau penyakit, termasuk penyakit stroke.  Oleh karena itu sangatlah penting menjaga kekuatan atau kesehatan tubuh. Pesan ini terus menerus akan selalu diingatkan melalui terbitnya Buletin Stroke.

Edisi kali ini menampilkan lanjutan artikel tentang “Stroke Corner”, “Senam Stroke”, dan “Diet untuk Penderita Stroke”. Semoga melalui berbagai artikel tersebut pengetahuan kesehatan pembaca semakin bertambah, dan lebih dari itu kesadaran untuk menjaga tubuh agar tetap sehat juga semakin meningkat. Selamat membaca, dan selamat menikmati !

“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian”


STROKE CORNER (Lanjutan)
Pelayanan apa saja yang ada di dalam Stroke Corner ?
Pelayanan pasien di dalam stroke corner meliputi : 1. Perawatan pasien stroke dalam kondisi akut (dalam kondisi serangan stroke baru saja terjadi)   2. Perawatan pasien stroke pada kondisi pemulihan (setelah melewati kondisi akut)  3. Pelayanan rehabilitasi (fisioterapi), yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Berapa lama seorang pasien stroke dirawat di ruang Stroke Corner ?
Lamanya perawatan seorang pasien stroke adalah individual, dalam arti berbeda-beda sesuai dengan kondisi pasien (jenis serangan stroke, disabilitas yang ada, kemungkinan adanya komplikasi atau penyulit lainnya, dll). Walaupun begitu, secara umum perkiraan lama perawatan seorang pasien stroke adalah : 1. Perawatan dalam kondisi akut (5-7 hari)  2. Perawatan dalam kondisi pemulihan (5-7 hari).  Jadi apabila tidak ada komplikasi atau kondisi yang menyulitkan pasien, perkiraan lamanya seorang pasien stroke dirawat di ruang stroke corner adalah antara 10-14 hari. (dr. Yunanto H.P., Sp,S.)

SENAM STROKE (Lanjutan)
Pada edisi yang lalu sudah diuraikan tentang gerakan pemanasan dari senam stroke. Berikut ini merupakan lanjutan dari gerakan senam stroke, yaitu gerakan inti senam stroke. Posisi dan gerakan inti senam stroke adalah :

1.    Posisi        :    Berbaring telentang, kedua tungkai sedikit ditekuk, kedua tangan bergandengan lurus di atas perut
       Gerakan    :    Angkat kedua tangan sejauh mungkin dan diturunkan lagi 2x8 hitungan
2.    Posisi        :    Berbaring telentang, kedua tungkai sedikit ditekuk, kedua tangan lurus ke atas
       Gerakan    :    Putar kedua lengan ke kiri dan ke kanan 2x8 hitungan
3.    Posisi        :    Berbaring telentang, kedua tungkai sedikit ditekuk, kedua tangan di bawah kepala
       Gerakan    :    Putar kedua kaki ke kiri dan ke   kanan 2x8 hitungan
4.    Posisi        :    Berbaring telentang, kedua kaki sedikit ditekuk dan lengan lurus ke samping badan
       Gerakan    :    Angkat pantat dan diturunkan secara bergantian 2x8 hitungan
5.    Posisi        :    Miring ke kiri, lengan kiri lurus ke depan, lengan kanan lurus sepanjang badan, kaki kiri ditekuk dan kaki kanan lurus
       Gerakan    :    Angkat lengan kanan ke atas dan turunkan secara bergantian 2x8 hitungan
6.    Posisi        :    Miring ke kiri, kedua lengan lurus ke depan, angkat tangan kanan ke atas, kaki kiri ditekuk dan kaki kanan lurus
       Gerakan    :    Angkat lengan kanan ke atas, kemudian ditepukkan ke tangan kiri, dan angkat lalu tepukkan lagi, 2x8 hitungan
7.    Posisi        :   Miring ke kiri dan tangan kiri di bawah kepala, dan tangan kanan menekan lantai di depan dada supaya stabil
       Gerakan    :    Angkat kaki kanan ke atas dan kembali diturunkan 2x8 hitungan
8.    Posisi        :    Seperti no. 7
       Gerakan    :    Kaki kanan diayun ke depan dan kembali ke belakang dan diulangi, 2x8 hitungan
9.    Posisi        :    Miring ke kanan
       Gerakan    :    Sama seperti di atas, hanya berkebalikan dengan posisi miring ke kiri
10.  Posisi       :    Tengkurap kedua siku menumpu berat badan, lengan bawah dan telapak tangan menempel lantai, kedua kaki lurus
        Gerakan   :    Angkat dan tundukkan kepala, 2x8 hitungan
11.  Posisi        :    Tengkurap sperti di atas
        Gerakan   :    Pindahkan berat badan ke siku kiri dan kanan bergantian sampai 2x8 hitungan
12.  Posisi       :    Tengkurap seperti di atas
       Gerakan    :    Tekuk lutut dan kaki bersama-sama , 2x8 hitungan
13.  Posisi       :    Tengkurap seperti di atas
        Gerakan   :    Satu kaki kiri ditekuk, kemudian sambil meluruskan kaki kiri, kaki kanan ditekuk dan seterusnya bergantian menekuk                                      dan meluruskan sampai 2x8 hitungan
14.  Posisi       :    Merangkak
       Gerakan    :    Condongkan badan ke depan lalu ke belakang, 2x8 hitungan
15.  Posisi       :    Merangkak
       Gerakan    :    Pindahkan berat badan ke tangan dan ke kaki kiri, kemudian kembali, dan Berganti ke tangan dan kaki kanan,                                                   2x8 hitungan

16.  Posisi       :    Merangkak
       Gerakan    :    Tekuk sedikit kedua siku kira-kira 20 derajat, kemudian luruskan lagi, 2x8 hitungan
17.  Posisi       :    Merangkak
        Gerakan   :    Luruskan kaki kiri dan kembali lagi, kemudian bergantian luruskan kaki kanan dan kembali lagi, 2x8 hitungan
18.  Posisi       :    Berlutut, kedua tangan bergandengan di depan
       Gerakan    :    Angkat kedua tangan setinggi mungkin dan turunkan lagi, 2x8 hitungan
19.  Posisi       :    Berlutut, kedua tangan lurus sepanjang badan
       Gerakan    :    Pindahkan berat badan ke lutut kiri – kembali tegak – ke lutut kanan – kembali tegak, 2x8 hitungan
20.  Posisi       :    Berlutut, kedua tangan di pinggang
       Gerakan    :    Pindahkan berat badan ke lutut kiri – kembali tegak – ganti ke lutut kanan – kembali tegak lagi, 2x8 hitungan
21.  Posisi       :    Seperti di atas
        Gerakan    :    Angkat lutut dan pindahkan satu langkah ke depan, kembali lagi, mulai kaki kiri dan berganti kaki kanan, 2x8 hitungan
22.  Posisi       :    Kaki kanan berlutut, kaki kiri berlutut ke depan sehingga telapak kaki menapak ke lantai,  kedua lengan lurus                                sepanjang   badan
        Gerakan    :    Singkat kedua lengan ke samping, turunkan lagi, 2x8 hitungan
23.  Posisi        :    Seperti di atas, tetapi kedua telapak tangan bergandengan dan ditaruh di atas paha kiri
        Gerakan    :    Condongkan berat badan ke depan sambil kedua tangan menekan keras paha kiri
24.  Berdiri dan ambil nafas panjang, hitungan 1-2  ambil nafas, 2-8 hembuskan nafas
25.  Posisi       :    Berdiri, kaki terbuka selebar bahu, kedua tangan bergandengan di depan bawah
       Gerakan    :    Angkat kedua tangan ke atas setinggi mungkin dan turunkan lagi, 2x8 hitungan
       (bersambung) – SUPARTININGSIH, AMF.


DIET UNTUK PASIEN STROKE (Lanjutan)
Edisi XIV yang lalu telah membahas tentang diet bagi penderita stroke secara umum. Selain diet yang sudah dijelaskan pada edisi sebelumnya, diet untuk penderita stroke juga perlu memperhatikan faktor risiko yang ada pada penderita stroke. Seperti sudah diketahui bahwa hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang paling banyak dijumpai.  Pada kesempatan ini akan dijelaskan tentang diet untuk mencegah terjadinya hipertensi tersebut.

Diet sebagai pencegah hipertensi dikenal sebagai DASH diet (DASH : Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet DASH terbukti membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Diet ini pada intinya mengatur pola makan dengan  menghindari natrium, kafein, makanan berlemak (terutama lemak jenuh), dan menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi kalium dan serat (sayuran dan buah-buahan), serta mengganti konsumsi lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh. Pada diet DASH lebih ditekankan pada pembatasan makanan  sumber natrium. Berikut ada beberapa tips yang bisa dipergunakan untuk pengontrolan asupan natrium/ sodium :

1.    Pilih makanan dengan jumlah kandungan natrium/ sodium yang rendah saat membeli makanan (selalu baca etiket                             pada makanan yang dikemas) !
2.    Batasi konsumsi daging dan keju !
3.    Hindari cemilan yang asin-asin !
4.    Kurangi  pemakaian saos atau kecap yang umumnya memiliki kandungan natrium yang tinggi !
5.    Jangan meletakkan garam di atas meja makan !

Kalium juga membantu pengendalian tekanan darah, karena kalium bersifat sebagai diuretik (pelancar kencing), sehingga membantu pengeluaran cairan dan natrium. Kalium banyak dijumpai pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung kalium/ potassium baik untuk dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi.Beberapa buah dan sayuran yang mengandung banyak kalium adalah : pisang, melon, jambu merah, semangka, alpukat, buah pare, labu siam, bligo, labu parang, mentimun, lidah buaya, seledri, dan bawang putih. (KESZIA, AMG.)



INFO SEPUTAR STROKE DAN PELAYANAN RSK NGESTI WALUYO
1.    Telah dilaksanakan dengan baik operasi katarak gratis pada 78 orang di RSK Ngesti Waluyo pada hari Minggu 22 September 2013.
2.    Akan diselengarakan seminar / talk show tentang obesitas pada tanggal 30 November 2013 di RSK NgestI Waluyo.
 


SPECIAL CORNER

Tahukah anda?

  • Tanggal 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia
  • Penyebab kematian tertinggi pada warga lanjut usia adalah penyakit stroke

 


SMILING CORNER
Karena asyik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang baru pertama kali dia kunjungi, seorang fotografer baru menyadari bahwa dia tersesat dan ditinggal oleh rombongannya. Tanpa disangka-sangka, hujan turun dengan derasnya. Spontan fotografer itu bingung.

Tetapi akhirnya timbul harapan…..di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tanpa mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan. Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk, dan kaget. Karena dia baru menyadari kalau mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan. Fotografer tersebut tetap bertahan dalam mobil tersebut sambil berdoa.

Dalam mobil yang berjalan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrak pohon atau terjatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan dan mengendalikan setir sehingga mobil tidak menabrak pohon atau terjatuh ke jurang. Hal tersebut terus terjadi berulang kali.

Akhirnya ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru-buru turun dan memesan secangkir kopi. Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang baru saja dia alami. Setelah selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan karena kelelahan, dan juga karena menahan rasa takut.

Mendadak dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka berkata, “Itu dia, orang yang numpang di mobil yang sedang kita dorong!”